Varian Pompa Kolam Renang Berdasarkan Jenis Dan Kemampuan Kinerjanya

Semua proses pembersihan dan perawatan kolam renang pasti memerlukan peran pompa di dalamnya. Untuk sirkulasi air utamanya, peran pompa kolam renang sangatlah penting sebagai alat penghisap dan pendorongnya. Dalam memilih pompa kolam renang juga harus mengedepankan kegunaan, ditambah lagi ada varian kapasitas yang harus sesuai dengan kubikasi kolam. Singkatnya, memilih pompa kolam renang tidak boleh asal kalau ingin kolam renangnya tetap bagus dan terurus. Ada banyak varian pompa kolam renang yang bisa dipilih. Saya tidak akan menyebutkan merek dan akan lebih fokus pada varian pompa berdasarkan jenis dan kemampuan kinerjanya.

  • Single Speed Pool Pump (pompa berkecepatan tunggal)

Jenis pompa ini bekerja dengan kecepatan tinggi sekitar 3.450 rpm. Pompa jenis ini lebih boros karena membutuhkan konsumsi listrik lebih besar.

  • Dual Speed Pool Pump (pompa berkecepatan ganda)

Pompa jenis ini bisa diatur kecepatannya karena ada dua varian, kecepatan rendah dengan kemampuan sedot 8-16 jam per hari dan kecepatan paling tinggi 4-8 jam per hari.

  • Variable Speed Pool Pump (Pompa Berkecepatan Variabel)

Pompa ini bisa diatur kecepatannya sesuai keinginan untuk mendapatkan tingkat efisiensi terbaik. Jenis pompa ini bisa bekerja optimal jika diatur dengan penyesuaian yang tepat.

Sebagai tambahan, orang sering salah dalam mempersepsikan kinerja pompa kolam renang. Banyak orang menganggap bahwa pompa dengan HP (Horse Power) besar berarti semakin bagus. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Sebab, ada kaidah tertentu yang bisa dijadikan acuan.

Pompa kolam renang dengan HP yang rendah akan mengkonsumsi energi lebih sedikit. Sementara pompa dengan HP tinggi akan berpengaruh pada kinerja filtrasi hingga merusak komponen mesin filter.

Jadi yang tepat dalam memilihpompa kolam renang adalah dengan menyesuaikan ukurannya dengan flow rate dari filter yang dipakai. Soal nilai flow rate bisa Anda lihat di buku manual petunjuk. Selain itu kapasitas pompa juga harus seimbang dengan volme air di kolam Anda agar pompa bekerja optimal.

Tips Memilih Pompa Kolam Renang dan Menghitung Kapasitas yang Dibutuhkan

Setidaknya, ada tiga hal yang biasa dijadikan dasar dalam memilih pompa kolam renang yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

Sebelum memilih pompa kolam renang untuk dibeli dan dipasang, selain memilih pompa kolam renang hemat listrik pastikan tiga parameter di bawah ini sudah kamu pertimbangkan:

1. Kubikasi Air Kolam Renang

Langkah pertama pada tahap memilih pompa kolam renang adalah dengan menghitung kubikasi air kolam renang. Hal ini penting guna menentukan kapasitas minimal dari pompa yang harus digunakan agar mampu menyedot dan mendorong air dengan sempurna ke dalam sistem filtrasi.

Disini saya akan berikan contoh dan asumsikan bahwa kolam renang yang akan diberi pompa berukuran panjang 10 meter, lebar 4 meter dan kedalamannya 1,5 meter.

Untuk kolam persegi panjang, kita bisa menghitung dengan rumus panjang kali lebar kali kedalaman. Dengan demikian, kubikasi kolam renang dengan asumsi ukuran diatas perhitungannya menjadi : 10 m X 4 m X 1,5 m = 60 m³

Setelah mengetahui kubikasi air kolam renang kita save dulu, selanjutnya kita lanjut ke poin selanjutnya ya.

2. Jarak Kolam Renang dengan Pompa

Mengetahui seberapa jauh jarak kolam renang dari ruang pompa nantinya juga menjadi salah satu dasar dalam memilih kualifikasi pompa kolam renang yang tepat. Perlu diketahui bahwa jarak antara ruang pompa dengan kolam renang sangat mempengaruhi laju aliran air yang bersirkulasi.

Jika jarak antara ruang pompa dan kolam renang lebih dari 15 meter, pilihlah pompa yang memiliki kapasitas lebih, serta memiliki daya hisap dan daya dorong yang optimal. Pilih ukuran pompa kolam renang ½ HP lebih besar HP dari ukuran normal yang diperlukan sesuai perhitungan. Ini untuk menjamin sistem filtrasi bekerja dengan baik keluar dan menuju kolam renang kembali.

Dalam memilih pompa kolam renang, sangat disarankan agar disesuaikan dengan kebutuhan. Sebab hal ini akan mempengaruhi sistem sirkulasi sekaligus dapat menghemat biaya.

Jika pompa yang dipilih terlalu kecil, maka hasil yang didapat dari sistem penyaringan/filtrasi tidak akan maksimal. Dalam arti, akan membutuhkan waktu siklus yang lebih lama dibandingkan kapasitas pompa standar atau lebih besar sedikit dari kebutuhan nomal. Namun begitu, terlalu besar kapasitas pompa yang dipakai juga tidak baik. Sebab dampaknya ialah pada kerusakan pipa instalasi dan juga filter yang digunakan.

Biaya yang dikeluarkan untuk pembelian pompa juga lebih besar karena semakin besar kapasitas semakin mahal. Di sisi lain, kebutuhan akan daya listrik tentunya juga akan semakin besar.

3. Penyesuaian dengan Ruang Pompa

Memilih pompa kolam renang juga harus menyesuaikan dengan ruang pompa. Dalam hal ini, harus diketahui ruang yang disediakan untuk penempatan pompa nantinya agar dapat memasang pompa secara optimal. Sekarang kita mulai lakukan perhitungan untuk menentukan pompa kolam renang yang tepat.

Dengan asumsi ukuran kolam renang di atas, kubikasi air kolamnya adalah 60 m³. Kamu dapat memilih pompa berukuran 1 HP untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan ukuran Flow Rate 16 m³/jam. Artinya dalam waktu satu jam menggunakan pompa berukuran 1 HP dapat mensirkulasi air 16 m3 air kolam renang.

Untuk kubikasi air kolam renang 60 m³ dibutuhkan (dalam satu siklus) kurang lebih dibutuhkan waktu 4 jam. Perhitungannya 60 m3 : 16 m3/jam = 3,75 jam.

Namun, jika 4 jam menurut kamu masih terlalu lama, kamu dapat memilih pompa kolam renang berkapasitas lebih besar. Misalnya, dengan ukuran pompa 2 HP Flow Rate-nya 30 m³/jam. Artinya, dengan pompa kapasitas 2 HP dalam waktu satu jam dapat mensirkulasikan air sebanyak 30 m³. Jika kubikasi airnya 60 m³, maka waktu yang diperlukan untuk satu putaran sirkulasi air kolam renang adalah sekitar 2 jam saja.

Dengan ukuran pompa yang lebih besar, waktu untuk mensirkulasikan air kolam akan lebih singkat. Tapi sebaiknya tetap pertimbangan budget dan kesehatan komponen lainnya ya.

Jadi soal pompa, tidak disarankan fokus hanya pada kecepatan sirkulasi saja. Daya listrik pompa kolam renang juga harus dipertimbangkan. Dari ketiga hal di atas dapat disimpulkan bahwa dalam memilih pompa sangat disarankan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan kolam renang. Sebelum memilih pompa, ketahui dulu spesifikasinya agar dapat menentukan pilihan yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Bahkan meskipun pada akhirnya kamu menyerahkan urusan ini pada agen jasa kolam renang, tidak ada salahnya jika kamu tahu spesifikasi pompa yang akan digunakan.

Poin penting sebagai tambahan. Sebaiknya jangan tergiur dengan harga murah, pertimbangkan hal lainnya juga seperti layanan purna jual, apakah ada atau tidak, bagus atau tidak. Intinya, sesuaikan spesifikasi pompa dengan kebutuhan area kolam renang mu. Pilih pompa yang berkualitas karena yang bermerek saja tidak cukup untuk menjamin keberhasilan kinerja pompa.

Demikianlah artikel mengenai variasi pompa kolam renang berdasarkan jenis dan kemampuan kinerjannya. Apabila ada yang masih mengganjal anda dapat berkonsultasi pada team kami. Untuk mendapatkan estimasi / perkiraan yang akurat, mempunyai pertanyaan, atau ingin info & konsultasi lebih lanjut tentang renovasi, pembuatan perawatan kolam renang, atau bahkan ingin merenovasi dan membuat kolam renang, jangan ragu untuk langsung menghubungi kami:

Jl. Raya Cilandak kko, Area Transmart No11, Jakarta selatan, Kode Pos 12560

Contact: 0857 8034 2592

You May Also Like