Seberapa Sering Anda Harus Mengganti Air Kolam Renang?

Kolam renang yang jernih dan terawat adalah impian setiap pemilik kolam. Kolam renang tentu saja menjadi kebanggaan bagi pemiliknya, yang tidak hanya membuat anda bisa berenang kapan saja, juga membuat rumah anda memilik nilai plus daripada rumah lainnya. Kolam renang anda tentu saja harus dirawat dan salah satu bagian dari perawatan ini termasuk mengganti air kolam bila diperlukan. Ada banyak pendapat tentang seberapa sering air kolam harus diganti. Beberapa orang berpendapat bahwa itu tidak diperlukan jika sistem filtrasi beroperasi dengan benar dan kimia kolam dipantau dan diseimbangkan dengan sangat hati-hati. Jadi, seberapa sering anda harus mengganti air kolam renang anda? Untuk mempermudah anda, kami akan membahas tentang ini. Berikut ulasannya

Frekuensi Mengganti Air Kolam Renang

Sejumlah faktor akan mempengaruhi seberapa sering anda harus mengganti air kolam. Hal ini meliputi:

Penggunaan Bahan Kimia, Filter, dan Vakum

Seberapa sering anda perlu mengganti air kolam sebagian besar tergantung pada rutinitas perawatan harian kolam renang anda. Sangat penting untuk menjaga kadar klorin dan pH bebas pada tingkat yang tepat. Klorin tidak boleh turun di bawah 1,0 bagian per juta, atau tidak akan efektif dalam membunuh alga dan bakteri berbahaya. Tingkat pH kolam harus antara 7,2 dan 7,6.

Uji air anda setiap hari untuk menentukan di mana tingkat klorin dan pH turun. Jika anda menjaga levelnya tetap stabil, anda tidak perlu mengganti air kolam sesering mungkin. Menggunakan filter yang baik dan membersihkannya secara teratur membuat air anda tetap bersih, seperti halnya penggunaan vakum kolam otomatis.

Jenis Air yang Digunakan

Jenis air yang anda gunakan di kolam renang anda juga bisa menjadi faktor seberapa sering anda perlu menggantinya. Air sadah mengandung lebih banyak mineral, yang menumpuk di dinding dan dasar kolam dari waktu ke waktu. Menggosok dinding secara teratur dengan sikat atau penyedot debu dapat membantu, tetapi kolam renang yang berisi air sadah mungkin masih perlu dikosongkan lebih sering daripada kolam dengan air lunak. Air sadah adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi, sedangkan air lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah.

Level TDS

Saat air menguap dari kolam anda, ia meninggalkan mineral yang dikandungnya. Saat Anda menambahkan lebih banyak air kaya mineral, rasio mineral terhadap air meningkat. TDS adalah total dissolved solids, level ini mengukur berapa banyak mineral dan garam yang dikandung air kolam anda.
Saat level ini meningkat, dibutuhkan lebih banyak bahan kimia untuk membersihkan air anda. Setelah kadar TDS mencapai 1.550 ppm, saatnya mengganti air di kolam renang anda. Jika tingkat TDS berada pada batas, ganti sebagian air dengan menguras setengah air dan menambahkan air tawar. Standar TDS terbaik pada kolam renang adalah dibawah 1.500 ppm.

Menutup Kolam Renang Pada Musim Hujan

Menutup kolam renang pada musim hujan sangat penting untuk memastikan air kolam dalam kondisi baik. Hal ini membuat air mudah dibawa ke dalam keseimbangan kimiawi pada musim kemarau ketika kolam dibuka. Dilansir dari situs www.hunker.com, berikut adalah beberapa rekomendasi standar untuk kondisi air yang tepat sebelum menutup kolam pada musim hujan:
  • pH Kolam renang  harus antara 7,2 dan 7,6.
  • Kadar kalsium harus antara 175 dan 225 ppm, untuk semua jenis kolam.
  • Alkalinitas harus 80 hingga 125 ppm untuk kolam pasangan bata, dan 125 hingga 150 ppm untuk jenis kolam lainnya.
  • Periksa level stabilizer, dan sesuaikan hingga 30 ppm.
  • Periksa tingkat klorin, dan sesuaikan ke 1 hingga 4 ppm.

Beberapa situasi pada kolam renang mengharuskan penggantian segera air kolam. Air keruh, kehijauan, bau tidak sedap, dinding kolam berlendir, dan puing-puing yang terlihat jelas merupakan tanda-tanda bahwa air kolam mungkin buruk bagi kesehatan. Sementara klorin dapat berfungsi untuk membersihkan air sementara, jika kondisinya ekstrem, penggantian air kolam mungkin diperlukan.

You May Also Like